Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Olahraga untuk Ibu Hamil

Olahraga ringan selama masa kehamilan tidak hanya bermanfaat untuk memberikan energi ekstra untuk tubuh. Tapi, juga akan membuat mood lebih baik dan menjaga otot tetap kencang.  Selain itu, juga meningkatkan kualitas tidur dan tentunya akan memudahkan persalinan, bahkan sampai pemulihan paskakehamilan.

Hal ini didasarkan pada studi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Namun, tentu saja porsi latihan Anda tidak perlu berat. Cukup yang ringan, aman, efektif, dan tingkat kesulitannya sedikit, dikutip dari laman Modernmom.

Latihan terbaik
Berjalan kaki merupakan latihan yang sangat bermanfaat, di samping untuk meredakan stres, olahraga ini juga baik untuk tulang dan sendi Anda.

Latihan renang juga bagus. Justru olahraga ini dianjurkan para dokter kandungan bagi ibu hamil, bahkan pada kehamilan bermasalah atau kontra indikasi absolute. Biasanya ibu hamil memiliki masalah dengan berat badan dan lututnya, sebab dia menopang  berat tubuh janin dan dirinya.

Nah, renang adalah kegiatan non-weight bearing, yakni aktivitas yang gaya gravitasi buminya rendah. Di dalam kolam tubuh terasa lebih ringan dan ibu hamil tidak merasa ada beban karena ditopang air sehingga memiliki daya angkat.

Latihan mengayuh sepeda juga sangat baik, asalkan dengan tingkat kesulitan dan kecepatan yang tepat dan nyaman.

Pertimbangkan
Pertimbangkan untuk berlatih yoga, menari atau aerobik yang nyaman. Pilihlah kelas latihan yang dirancang untuk ibu hamil.

Apapun olahraga yang Anda pilih, ingatlah untuk tetap menjaga detak jantung di bawah 140 denyut per menit. Hal ini sesuai saran American Pregnancy Association. Selama menjalani latihan, Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi banyak air dan menghindari panas berlebihan.

Yang perlu diperhatikan
Hindari latihan yang terlalu berbahaya bagi ibu berbadan dua, seperti scuba diving, ski, berkuda, dan semua olahraga yang sifatnya beradu fisik. Aktivitas menantang lainnya, misalnya berlari, badminton, dan angkat beban, juga tidak disarankan untuk ibu hamil. Olahraga ini akan lebih cocok bila ini dilakukan sebelum Anda hamil.

Setelah trimester pertama Anda, sebaiknya hindari latihan yang melibatkan aktivitas berbaring telentang di lantai. Ini akan mengurangi aliran darah ke tubuh dan bayi Anda. Dan ketika Anda berdiri lagi, Anda mungkin akan pusing.

Berapa lama latihan?
American College of Obstetricians Gynecologists menyarankan latihan bagi ibu berbadan dua cukup dilakukan selama 30 menit saja beberapa kali dalam seminggu.

Namun bila Anda masih ragu latihan apa yang tepat untuk Anda, lebih baik berkonsultasilah ke dokter kandungan mengenai jenis olahraga yang paling tepat selama kehamilan.

Sumber: kosmo.vivanews.com

Tips Investasi Aman untuk Pemula

Investasi bisa dilakukan di berbagai instrumen, mulai dari obligasi, saham, emas, dan lain-lain. Carilah investasi yang kira-kira memberikan yield (imbal hasil) lebih tinggi dari tingkat inflasi tahunan.

Jangan sampai uang lebih Anda hanya disimpan di bank karena makin lama akan semakin habis tergerus inflasi. Bagi Anda yang belum pernah berinvestasi, mungkin akan punya banyak kekhawatiran. Untuk itu, kami hadirkan tujuh tips berinvestasi untuk pemula, seperti yang dikutip detikfinance dari beginnerinvest.

1. Berinvestasi pada Saat yang Tepat
Kunci pertama dalam sukses berinvestasi adalah mengetahui terlebih dahulu bahwa seperti kehidupan, ekonomi juga berjalan dengan siklusnya tersendiri. Mirip seperti musim yang berjalan hampir saham setiap tahun, begitu juga halnya dalam berinvestasi.

Jika Anda masuk pada saat yang tepat dalam siklus tersebut, maka uang yang dihasilkan akan lebih banyak. Salah satu cara melihat siklus ini masih dalam tahap awal atau sudah puncaknya, atau bahkan sudah menurun akan dibahas di poin terakhir.

2. Tentukan Siklus yang Cocok dengan Anda
Kunci kedua dalam berinvestasi adalah mengetahui siklus yang sedang berlangsung. Sebagai contoh siklus finansial di Amerika Serikat yang sudah pernah berjaya awal tahun 80 sampai akhir 90-an sudah berakhir, kini mereka masuk ke siklus komoditas, seperti baja, minyak mentah, sawit dan sebagainya.

3. Amati Tiap Siklus, Pilih yang Terbaik
Kunci ketiga dalam sukses berinvestasi adalah ketika memperhatikan siklus setiap instrumen investasi, anda bisa memilih siklus mana yang siap menanjak. Sebagai contoh, jika di AS sekarang ini sedang masuk di siklus komoditas, baja sempat menjadi yang paling seksi. Sekarang baja sudah mulai turun dan siap digantikan emas. Jika anda mencermati siklus ini dengan baik, maka sudah saatnya anda masuk untuk membeli emas dengan segera.

4. Cari Instrumen Investasi yang Anda Kuasai
Kunci keempat dalam sukses berinvestasi adalah memilih instrumen investasi yang anda kuasai, lebih bagus lagi yang anda sukai. Ada beberapa pilihan jika anda akan memulai investasi dengan modal kurang dari Rp 10 juta.

- Reksa Dana, yaitu wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

- Beli saham di pasar modal. Dengan terjun langsung ke pasar modal anda bisa memiliki saham di perusahaan-perusahaan yang anda inginkan, tinggal menunjuk broker yang profesional maka anda bisa langsung mulai. Biaya (fee) untuk broker pun tidak terlalu tinggi dan anda bisa dengan mudah melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko.

- Logam Mulia. Dengan membeli logam mulai, contohnya emas, anda tidak perlu tertalu repot mengurusinya. Tinggal didiamkan saja maka harganya akan naik. Tapi, di tengah krisis seperti sekarang ini harganya berfluktuatif dengan cepat. Kalau anda pintar, anda bisa beli di saat murah dan jual di saat tinggi.

5. Investasi Harus Ditahan untuk Jangka Panjang
Kunci kelima dalam sukses berinvestasi adalah harus ditahan untuk jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini dilakukan untuk menepis volatilitas dan risiko kerugian. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan investor adalah selalu terlalu siap melindungi portofolionya, sehingga sering panik ketika pasar jatuh dan melepas seluruh investasinya. Padahal, sebaiknya investor harus yakin kalau tren melemah itu hanya bagian dari siklus yang nantinya akan kembali menguat, kecuali memang siklus instrumen investasi tersebut sudah mendekati puncaknya.

6. Evaluasi Setiap Tren Investasi
Kunci keenam dalam sukses berinvestasi adalah menjadi investor yang bertolak belakang, tetapi tidak melawan pasar. Contohnya, saat semua orang melakukan aksi beli, anda harus jadi penjual. Begitu juga sebaliknya, saat semua orang menjual, anda harus jadi pembeli. Seperti kata Warren Buffett, "anda harus rakus saat orang lain ketakutan, dan ketakutan saat orang lain rakus."

7. Ketahui Puncak dari Siklus Investasi Sebelum Jatuh
Sebuah investasi akan mencapai puncaknya sebelum akhirnya masuk ke tren menurun. Memang puncaknya tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, tapi ada beberapa ciri yang bisa anda perhatikan:

- Imbal hasil yang anda dapatkan tiba-tiba mengebut, lebih tinggi dari yang biasanya anda dapatkan dalam jangka waktu setahun. Sebentar lagi siklus investasi ini akan mencapai puncaknya.
- Jika semua yang anda kenal, teman-teman, saudara dan tetangga membicarakan soal keuntungan hasil investasi yang didapat di instrumen yang sama dengan anda. Ciri-ciri mendekati puncaknya.
- Jika banyak orang mulai berhenti kerja dan mengandalkan hidup hanya dengan berdagang saham di bursa lewat online trading, atau menjadi broker properti. Contoh seperti ini menunjukkan kedua instrumen investasi itu sudah mencapai siklus puncaknya, sudah saatnya anda mencari instrumen investasi baru dengan siklus yang masih muda.

Sumber: wolipop.detik.com

Tips Jitu Belanja Hemat

Berbelanja di supermarket bisa jadi agenda bulanan Anda. Malah terkadang Anda bisa lebih dari satu kali dalam sebulan datang ke supermarket. Ketika berbelanja, wanita terkadang tidak bisa mengontrol diri untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Apalagi pihak supermarket pintar membuat pembeli tergoda dengan memberikan diskon atau penawaran harga menarik.

Ketika hal di atas terjadi, alhasil budget belanja bulanan pun jadi membengkak. Anda semakin 'terjebak' pada godaan diskon di supermarket. Bagaimana agar bisa berbelanja sesuai kebutuhan? Berikut triknya seperti dikutip dari Helium:

1. Perhatikan dengan Cermat Katalog Bulanan Supermarket
Setiap bulan, supermarket besar seperti Giant, Carrefour atau Lotte Mart selalu mengeluarkan katalog bulanan. Jika memungkinkan, sebelum belanja, baca dulu katalog tersebut dengan baik. Perhatikan barang apa saja yang sedang didiskon dan memang Anda butuhkan. Lalu tulis, barang-barang yang Anda ingin beli.

Sebulan sekali atau setiap minggu, supermarket akan memberitahukan mereka sedang memberikan diskon untuk barang apa saja. Sebaiknya Anda tahu kapan waktunya pihak supermarket membuat diskon baru ini agar Anda bisa berbelanja di saat yang tepat.

2. Buat Daftar Belanja & Menu Makanan
Di tengah kesibukan Anda mengurus anak dan suami, usahakan Anda menyempatkan diri untuk membuat menu makanan harian. Menu tersebut sangat berguna agar Anda tahu bahan masakan apa saja yang perlu dibeli di supermarket dan bisa disimpan dalam waktu lama.

Membuat daftar belanja juga sebaiknya Anda lakukan sebelum berbelanja ke supermarket. Daftar belanja ini bisa membuat Anda tidak lupa barang apa saja yang harus dibeli, sehingga Anda tidak perlu bolak-balik ke supermarket. Dengan kembali ke supermarket, kecenderungannya Anda bisa belanja lagi lebih banyak.

Tak hanya itu, daftar belanja juga bisa membuat Anda fokus pada barang yang dibutuhkan. Daftar tersebut bisa menahan Anda dari godaan membeli barang yang sebenarnya tidak perlu.

3. Selalu Ingat Kapan Ada Diskon Besar
Piak supermarket akan mengadakan diskon besar-besaran untuk sejumlah produk pada beberapa kali dalam setahun. Jika memang Anda memiliki budget yang cukup, tidak ada salahnya membeli barang tersebut dalam jumlah banyak. Namun ingat, banyak di sini tentu saja harus disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Lebih Besar Belum Tentu Lebih Murah
Beberapa barang kini tersedia mulai dari kemasan terkecil hingga paling besar. Tanpa sadar, Anda kerap berpikir, barang yang sudah dikemas dalam ukuran lebih besar, pasti lebih murah. Mulai sekarang, cobalah lebih teliti. Bandingkan dulu harga barang mulai dari ukuran dan harganya. Benarkah yang lebih besar lebih murah atau justru dengan membeli beberapa barang berukuran lebih kecil Anda lebih hemat?

5. Bandingkan, Bandingkan dan Bandingkan
Dengan harga yang semakin lama semakin mahal, Anda harus semakin cermat dalam berbelanja. Untuk beberapa produk yang memang harganya cukup mahal, jangan malas untuk membandingkan antara supermarket satu dengan yang lain. Misalnya saja untuk produk susu dan pampers bayi. Terkadang ada perbedaan harga yang cukup lumayan di antara supermarket tersebut.

6. Jangan Berbelanja di Saat Lapar
Di saat lapar, Anda jadi cenderung membeli barang yang tidak dibutuhkan. Kondisi lapar membuat Anda jadi tertarik membeli berbagai produk makanan yang dalam pikiran Anda sepertinya sangat enak untuk dimakan.

Sumber: wolipop.detik.com

Tips Jitu Memegang Kartu Kredit

Menggunakan kartu kredit dengan bijaksana bisa membantu kita dalam melakukan transaksi, namun jika tidak dapat mengendalikan diri dalam menggunakan kartu kredit maka akan terlilit hutang yang tidak atau bahkan sampai dikerjar-kejar debtkolektor karena sudah tidak mampu bayar.
Berikut tips memegang kartu kredit :

1. Pergunakan kartu kredit sebagai uang plastik bukan kartu hutang, karena akan mempermudah kita dalam bertransaksi dalam jumlah besar misalnya Rp. 2.000.000,- maka kita tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Tanamkan dalam pikiran kita bahwa kartu kredit adalah alat pembayaran bukan KARTU HUTANG.

2. Manfaatkan fasilitas yang terdapat dalam kartu kredit Pembayaran dalam satu tagihan seperti pembayaran air, PLN, Telephon, TV berlangganan, internet dll, sehingga kita mempermudah kita karena seluruh tagihan dalam satu biling. Manfaatkan fasilitas lainnya seperti Executif Lounge di Bandara.

4. Jika harus berhutang dengan kartu kredit maka kita harus jeli atas kemampuan kita membayar, membayar minimum payment hanyalah akan membayar bunganya saja dan tidak mengurangi pokoknya ataupun hanya menguranginya pokok hanya sedikit.

Ingat Bunga Kartu Kredit 3,5% / bulan untuk transaksi barang dan 4%/ bulan untuk penarikan tunai, bunga yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu jika dirasakan tidak mungkin membayar dalam waktu dekat, ubahlah transaksi anda menjadi cicilan tetap berjangka waktu, sesuaikan jangka waktu dengan kemampuan kita.

5. Kartu Kredit juga dapat dapat dipergunakan untuk keperluan mendesak atau emergency, misalnya untuk membayar rumah sakit, sementara uang cash tidak mencukupi atau mesin ATM jauh dari rumah sakit, maka kartu kredit akan dapat dipergunakan sebagai bantuan darurat.

6. Bayarlah tagihan kartu kredit sebelum tanggal jatuh tempo, sehingga tidak terkena bunga berbunga.

7. Memiliki lebih dari 5 kartu kredit adalah tidak menguntungkan karena akan terbebani oleh iuran tahun, lebih baik memiliki 1 kartu kredit dengan limit yang besar lebih menguntungkan daripada memiliki kartu kredit banyak namun limitnya kecil.

8. Pengendalian diri sangat diutamakan sebagai pemegang kartu kredit untuk terhindar dari lilitan hutang dan kejaran debtkolektor.

Gunakan manfaatnya bukan kreditnya cara cerdas menggunakan kartu kredit.

Semoga bermanfaat …

Penulis Pemegang Kartu Kredit sejak 2001

Sumber: ekonomi.kompasiana.com

Pendidikan Anak Usia Dini Penting

Pendidikan anak usia dini (PAUD) yang baik dan tepat dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depan, begitulah pesan yang disampaikan Profesor Sandralyn Byrnes, Australia's & International Teacher of the Year saat seminar kecil di acara Giggle Playgroup Day 2011, gelaran Miniapolis & Giggle Management, Jumat, 11 Februari 2011 lalu.

Menurut Byrnes, PAUD akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. "Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini," jelas Byrnes.

Di lembaga pendidikan anak usia dini, anak-anak sudah diajarkan dasar-dasar cara belajar. "Tentunya di usia dini, mereka akan belajar pondasi-pondasinya. Mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Tetapi bukan sekadar bermain, tetapi bermain yang diarahkan. Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak; cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa."

Karena lewat bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. "Tentunya cara bermain pun tidak bisa asal, harus yang diarahkan dan ini butuh tenaga yang memiliki kemampuan dan cara mengajarkan yang tepat. Kelas harusnya berisi kesenangan, antusiasme, dan rasa penasaran. Bukan menjadi ajang tarik-ulur kekuatan antara murid-guru. Seharusnya terbangun sikap anak yang semangat untuk belajar," jelas Byrnes.

Contoh, bermain peran sebagai pemadam kebakaran, anak tidak akan mendapat apa-apa jika ia hanya disuruh mengenakan busana dan berlarian membawa selang. Tetapi, guru yang mengerti harus bisa mengajak anak menggunakan otaknya saat si anak berperan sebagai pemadam kebakaran, "Apa yang digunakan oleh pemadam kebakaran, Nak? Bagaimana suara truk pemadam kebakaran yang benar? Apa yang dilakukan pemadam kebakaran? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan ditanyakan untuk memancing daya pikir si anak," contoh Byrnes.

Selama 7 tahun meneliti pendidikan anak usia dini di Indonesia, Byrnes juga menemukan sebagian orangtua memiliki konsep bahwa anak-anak di usia itu sudah bisa berpikir. "Anak-anak usia dini belum bisa berpikir dengan sempurna seperti orang dewasa. Anak-anak usia tersebut harus dipandu cara berpikir secara besar, cara mencerna, dan berdaya nalar. Sayangnya, beberapa lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia belum mengajarkan mengenai multiple intelligences. Ini kembali ke perkembangan latar belakang ahli didiknya," ungkap Byrnes.

Apa perbedaan anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan usia dini berkualitas dengan anak-anak yang tidak belajar? "Di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar. Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan cukup di usia dini, akan lamban menerima sesuatu," terang Byrnes yang pernah mendapat gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia. "Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadi lamban. Menurut saya, pendidikan anak sudah bisa dimulai sejak ia 18 bulan," tutup Byrnes.

Sumber: kompas.com
 

Followers

Followers

Followers

© 2009 - Now Ari Febriant's Blog™
Didukung Oleh :
Blogger | O-Zone | Galeri Ari Febriant's | Fish Hatchery Masamo | Tabel Klasemen & Topskor Liga