Showing posts with label Piala Dunia. Show all posts
Showing posts with label Piala Dunia. Show all posts

10 Pemain Hebat Tak Pernah Ikut Piala Dunia

Tentu menjadi harapan semua pemain di dunia bisa unjuk kebolehan di Piala Dunia. Namun siapa sangka jika ada beberapa pemain hebat justru gagal tampil di event empat tahunan itu.
Ryan Giggs, Tak Pernah Ikut Piala Dunia

Berikut 10 pemain top yang tak pernah merasakan Piala Dunia seperti dilansir Mirror Football:
1. George Best
Dunia mengakui jika Pele, Diego Maradona dan George Best menjadi tiga pemain terbaik yang pernah ada. Namun, nasib menyedihkan harus diterima George Best. Di saat nama besar Pele dan Maradona telah dikultuskan dengan gelar Piala Dunia, tidak dengan Best. Mantan gelandang serang Irlandia Utara ini tak bisa mengangkat negaranya di pentas dunia. Irlandia tak mampu lolos ke Piala Dunia 1982 di Spanyol.

2. Alfredo di Stefano
Tiga negara memperebutkan sosoknya. Ya, Alfredo di Stefano memang tercatat sebagai satu-satunya pemain yang memperkuat tiga negara yakni Argentina, Kolumbia atau Spanyol. Bersama Argentina, ia gagal tampil di Piala Dunia 1950 dan 1954. Sedangkan di PD 1958, timnas Spanyol gagal melaju. Di Piala Dunia Chile 1962, Alfredo di Stefano mengalami cedera.

3. Ryan Giggs
Senasib dengan pendahulunya Ian Rush, Giggs bak matahari tertutup awan. Penampilan fantastisnya di Manchester United tak mampu mendongkrak timnas Wales yang saat itu memang bukan kekuatan sepakbola. Sempat ditawari timnas Inggris, Giggs lebih memilih tak merasakan Piala Dunia dibanding harus mengkhianti tanah leluhur.

4. George Weah
Saat membaca CV George Weah, tentu sederet prestasi dapat menunjukkan kehebatannya. Pemain Terbaik Eropa, tiga kali Pemain Terbaik Afrika, Pemain Terbaik Afrika Abad ini dan berbagai trofi bersama Paris Saint-Germain dan AC Milan. Weah juga tercatat sebagai top skorer Liga Champions pada 1994/1995. Namun di timnas Liberia, Weah seakan berjuang sendiri. Alhasil, Weah gagal beraksi di Piala Dunia 2002.

5. Eric Cantona
Siapa tak kenal Eric Cantona. Penyerang yang dikenal dengan tendangan kungfu ini menjadi nyawa permainan Manchester United saat itu. Sempat dipanggil ke timnas pada 1987, namun pelatih timnas Prancis saat itu Henri
Michel berselisih dengannya. Michel sendiri akhirnya dipecat setelah Prancis gagal meraih tiket ke Piala Dunia 1990 Italia dan Amerika Serikat 1994. Sedangkan di Piala Dunia 1998, Cantona terganjal skorsing karena tendangan
kungfu saat memperkuat MU.

6. Ian Rush
Dialah salah satu putra terbaik Wales. Mesin gol Anfield ini dianggap menjadi salah satu striker menakutkan bersama Liverpool. Namun, sinar terang Rush akan meredup di timnas. Ian Rush seakan berjuang sendiri di timnas.
Alhasil, Ian Rush tak pernah mencicipi Piala Dunia karena Wales selalu gagal lolos.

7. Bernd Schuster
Berbagai trofi juga telah dipersembahkan Bernd Schuster saat masih bermain untuk Barcelona dan Real Madrid. Termasuk saat merengkuh juara Euro 1980 bersama Jerman Barat. Tapi, perselisihannya dengan Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) saat itu membuatnya ditinggalkan di Piala Dunia 1982. Schuster mundur dari timnas saat usianya 24 tahun.

8. Matt Le Tissier
Tiga golnya saat timnas Inggris mengalahkan Rusia rupanya tak mampu membuat terkesan Glen Hoddle. Pelatih timnas Inggris ini tetap meninggalkan Le Tissier ke Piala Dunia 1998 Prancis. Namun, Hoddle pantas menyesal setelah Inggris tersingkir dalam drama adu penalti kontra Argentina. Pasalnya, Le Tiss dikenal sebagai eksekutor ulung yang dimiliki Inggris.

9. Jari Litmanen
The Flying Finn telah memenangkan beberapa gelar Liga Belanda bersama Ajax Amsterdam termasuk Liga Champions pada 1995 silam. Tak hanya itu, Litmanen juga menduduki peringkat 3 dalam voting Pemain Terbaik Eropa 1995. Karir gemilangnya terus berlanjut bersama Liverpool. Piala FA, Worthington Cup dan gelar UEFA Cup pernah dirasakannya bersama The Reds. Tapi di timnas, ikan besar di klub itu terlihat seperti ikan kecil. Alhasil bersama Finlandia, Litmanen selalu menemui kegagalan melaju ke Piala Dunia.

10. Paulo Di Canio
Di balik sikap temperamennya, Paulo Di Canio tetap diakui sebagai pemain dengan skill di atas rata-rata. Penyerang asal Italia ini selalu tampil impresif bersama West Ham United. Sayangnya, ia tak pernah dipanggil masuk timnas
Azzurri. Ditengarai sifat temperamennya itu yang membuat pelatih-pelatih Italia enggan memanggilnya. Dino Zoff, mantan pelatih Azzurri, pernah berkata, "karena saya telah cukup punya masalah, saya tidak ingin menambahnya lagi."

Sumber: www.kagakribet.com

Juara Dan Statistik Piala Dunia


1930 - Uruguay
Jumlah peserta 13(dari 3 konfederasi)
Juara Uruguay (gelar ke-1)
Runner-up Argentina
Jumlah pertandingan 18
Jumlah gol 70 (3.89 per pertandingan)
Jumlah penonton 434.500 (24.139 per pertandingan)
Top Skor Guillermo Stábile (Argentina) 8 gol

1934 - Italia
Jumlah peserta 16 (dari 4 konfederasi)
Juara Italia (gelar ke-1)
Runner-up Cekoslowakia
Peringkat ke-3 Jerman
Peringkat Ke-4 Austria
Jumlah pertandingan 17
Jumlah gol 70 (4.12 per pertandingan)
Jumlah penonton 358.000 (21.059 per pertandingan)
Top Skor Oldřich Nejedlý ( Czechoslovakia) 5 gol

1938 - Perancis
Jumlah peserta 15 (dari 4 konfederasi)
Juara Italia (gelar ke-2)
Runner-up Hongaria
Peringkat Ke-3 Brasil
Peringkat Ke-4 Swedia
Jumlah pertandingan 18
Jumlah gol 84 (4.67 per pertandingan)
Jumlah penonton 483.000 (26.833 per pertandingan)
Top Skor Leônidas (Brasil) 7 gol

1950 - Brasil
Jumlah peserta 13 (dari 3 konfederasi)
Juara Uruguay (gelar ke-2)
Runner-up Brazil
Peringkat Ke-3 Swedia
Peringkat Ke-4 Spanyol
Jumlah pertandingan 22
Jumlah gol 88 (4 per pertandingan)
Jumlah penonton 1.043.500 (47.432 per pertandingan)
Top Skor Ademir (Brazil) 8 gol

1954 - Swiss
Jumlah peserta 16 (dari 4 konfederasi)
Juara Jerman Barat (gelar ke-1)
Runner-up Hongaria
Peringkat Ke-3 Austria
Peringkat Ke-4 Uruguay
Jumlah pertandingan 26
Jumlah gol 140 (5.38 per pertandingan)
Jumlah penonton 889.500 (34.212 per pertandingan)
Top Skor Sándor Kocsis (Hongaria) 11 gol

1958 - Swedia

Jumlah peserta 16 (dari 3 konfederasi)
Juara Brasil (gelar ke-1)
Runner-up Swedia
Peringkat Ke-3 Perancis
Peringkat Ke-4 Jerman Barat
Jumlah pertandingan 35
Jumlah gol 126 (3.6 per pertandingan)
Jumlah penonton 919.580 (26.274 per pertandingan)
Top Skor Fontaine (Prancis) 13 gol

1962 - Chili
Jumlah peserta 16 (dari 3 konfederasi)
Juara Brasil (gelar ke-2)
Jumlah pertandingan 32
Jumlah gol 89 (2.78 per pertandingan)
Jumlah penonton 899.074 (28.096 per pertandingan)
Top Skor Garrincha (Brasil)

1966 - Inggris
Jumlah peserta 16 (dari 5 konfederasi)
Juara Inggris (gelar ke-1)
Jumlah pertandingan 32
Jumlah gol 89 (2.78 per pertandingan)
Jumlah penonton 1.635.000 (51.094 per pertandingan)
Top Skor Eusébio (Portugal) 9 gol

1970 - Meksiko

Jumlah peserta 16 (dari 5 konfederasi)
Juara Brasil (gelar ke-3)
Jumlah pertandingan 32
Jumlah gol 95(2.97 per pertandingan)
Jumlah penonton 1.603.975(50.124 per pertandingan)
Top Skor Gerd Müller (Jerman) 10 gol

1974 - Jerman Barat
Jumlah peserta 16(dari 5 konfederasi)
Juara Jerman Barat(gelar ke-2)
Jumlah pertandingan 38
Jumlah gol 97 (2.55 per pertandingan)
Jumlah penonton 1.774.022 (46.685 per pertandingan)
Top Skor Grzegorz Lato (Polandia) 7 gol

1978 - Argentina
Jumlah peserta 16 (dari 5 konfederasi)
Juara Argentina(gelar ke-1)
Jumlah pertandingan 38
Jumlah gol 102 (2.68 per pertandingan)
Jumlah penonton 1.546.151 (40.688 per pertandingan)
Top Skor Mario Kempes (Argentina) 6 gol

1982 - Spanyol

Jumlah peserta 24 (dari 6 konfederasi)
Juara Italia (gelar ke-3)
Jumlah pertandingan 52
Jumlah gol 146 (2.81 per pertandingan)
Jumlah penonton 2.109.723 (40.572 per pertandingan)
Top Skor Paolo Rossi (Italia) 6 gol

1986 - Meksiko
Jumlah peserta 24 (dari 5 konfederasi)
Juara Argentina (gelar ke-2)
Jumlah pertandingan 52
Jumlah gol 132 (2.54 per pertandingan)
Jumlah penonton 2.393.331 (46.026 per pertandingan)

1990 - Italia
Jumlah peserta 24 (dari 5 konfederasi)
Juara Jerman (gelar ke-3)
Jumlah pertandingan 52
Jumlah gol 115 (2.21 per pertandingan)
Jumlah penonton 2.517.348 (48.411 per pertandingan)
Top Skor Salvatore Schillaci (Italia) 6 gol

1994 - Amerika Serikat
Jumlah peserta 24 (dari 5 konfederasi)
Juara Brasil (gelar ke-4)
Jumlah pertandingan 52
Jumlah gol 141 (2.71 per pertandingan)
Jumlah penonton 3.587.538 (68.991 per pertandingan)
Top Skor Hristo Stoitchkov (Bulgaria) 6 gol

1998 - Prancis
Jumlah peserta 32 (dari 5 konfederasi)
Juara Prancis (gelar ke-1)
Runner-up Brasil
Jumlah pertandingan 64
Jumlah gol 171 (2.67 per pertandingan)
Jumlah penonton 2.785.100 (43.517 per pertandingan)
Top Skor Davor Šuker (Kroasia) 6 gol

2002 - Korea Selatan dan Jepang
Jumlah peserta 32 (dari 5 konfederasi)
Juara Brasil (gelar ke-5)
Runner-up Jerman
Jumlah pertandingan 64
Jumlah gol 161(2.52 per pertandingan)
Jumlah penonton 2.705.197(42.269 per pertandingan)
Top Skor Ronaldo (Brasil) 8 gol

2006 - Jerman
Jumlah peserta 32 (dari 6 konfederasi)
Juara Italia (gelar ke-4)
Runner-up Prancis
Jumlah pertandingan 64
Jumlah gol 147 (2.3 per pertandingan)
Jumlah penonton 3.353.655 (52.401 per pertandingan)
Top Skor Miroslav Klose (Jerman) 5 gol

2010 - Afrika Selatan
Jumlah peserta 32 (dari 6 konfederasi)
Juara Spanyol (gelar ke-1)
Runner-up Belanda
Peringkat ke-3 Jerman
Peringkat Ke-4 Uruguay
Jumlah pertandingan 64
Jumlah gol 145 (2.27 per pertandingan)
Jumlah penonton 3.180.000 (49.687 per pertandingan)
Top Skor 5 gol
* Thomas Müller (Jerman)
* Wesley Sneijder (Belanda)
* David Villa (Spanyol)
* Diego Forlán (Uruguay)

Ket:
Piala Dunia Tahun 1942 dan 1946 di tiadakan karena adanya Perang dunia II

Blunder Wasit di Piala Dunia

Berikut adalah beberapa di antaranya.

Bisikan Mussolini
Pada final Piala Dunia 1934 antara Italia dan Cekoslovakia, wasit Ivan Eklind sempat terlihat berada di tribun yang ditempati Benito Mussolini. Di lapangan, wasit asal Swedia itu beberapa kali membuat putusan yang merugikan Cekoslovakia.

Gol Nyeker Leonidas
Saat Brasil menghadapi Polandia di perdelapan final Piala Dunia 1938, wasit Ivan Eklind mengesahkan gol kedua Leonidas pada menit ke-93 meski sang pemain melakukannya dengan telanjang kaki, hal yang melanggar aturan. Leonidas mengakui hal itu. ”Aku sengaja membenamkan kakiku kedalam lumpur di lapangan agar wasit tak melihatku telanjang kaki”, ujarnya.

Wembley-Tor
Wasit Gottfried Dienst sebenarnya tak tahu persis apakah bola tendangan Geoff Hurst yang sempat membentur mistar telah melewati garis gawang Jerman (Barat) saat Inggris melakoni final Piala Dunia 1966. Namun setelah berdiskusi dengan asistennya, Tofik Bakhramov, dia lantas mengesahkannya menjadi gol. Padahal, dalam rekaman video terlihat bola tak melawati garis gawang.

Sundulan Zico
Wasit Clive Thomas asal Wales tak mengesahkan gol Zicoyang dicetak melalui sundulan menyongsong sepak pojok pada menit terakhir. Thonas meniup peluit kala bola masih melayang di kotak pinalti Swedia.

Tragedi Battiston
Pada laga semi final Piala Dunia 1982, Herald Schumacher, kiper Jerman (Barat), melakukan pelanggaran keras terhadap Patrick Battiston dari Prancis. Gara-gara itu, Battiston mengalami cedera parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Namun anehnya, wasit Charles Coerver dari Belanda tak mengganjar Schumacher dengan kartu.

Tangan Tuhan Maradona

Jelang menit ke-51 pada perempat final Piala Dunia 1986 antar Inggris dan Argentina, Jorge Valdano melepas umpan lambung ke kotak pinalti Inggris. Diego Maradona melompat dengan tangan terjulur ke atas berbarengan dengan kiper Inggris, Peter Shilter. Bola lantas masuk ke gawang berkat tangan Maradona. Para pemain Inggris protes, namun wasit Ali Bin Naseer dari Tunisia tetap mengesahkannya menjadi gol.

Anti-Italia

Saat Italia berhadapan dengan Korea Selatan di perempat final Piala Dunia 2002, wasit Byron Moreno asal Ekuador berkali-kali membuat putusan yang merugikan Gli Azzurri. Selain menganulir gol Italia, dia juga mengusir Francesco Totti dan memberikan pinalti bagi Korea Selatan.

Blunder Poll

Hanya butuh dua kartu kuning untuk mengusir keluar seorang pemain. Tapi, wasit Graham Poll dari Inggris menunggu hingga kartu kuning ketiga untuk mengartumerahkan Josip Simunic pada laga Kroasia dan Australia di Piala Dunia 2006. Gara-gara kesalahannya, dia lantas di pulangkan ke negaranya.

Tendangan Lampard


Saat Jerman berhadapan dengan Inggris di perdelapan final Piala Dunia 2010, wasit Jorge Larrionda asal Uruguay tak mengesahkan tendangan Frank Lampard menjadi gol meski dalam rekaman video terlihat bola jelas-jelas melewati garis gawang.

Gol Offside Carlos Tevez

Pada laga perdelapan final Piala Dunia 2010 antara Argentina dan Meksiko, Carlos Tevez menjebol gawang Meksiko dan wasit Roberto Rosetti asal Italia mengesahkannya menjadi gol. Walau para pemain Meksiko protes dan juga dalam rekaman video terlihat Tevez berada dalam posisi offside.

Gol Luis Fabiano
Wasit Stephane Lannoy dari Prancis mengesahkan gol yang di cetak Luis Fabiano di penyisihan grup Piala Dunia 2010 antara Brasil dan Pantai Gading, meski sebelum mencetak gol Fabiano terlihat mengontrol bola dengan tangannya.

Blunder Coulibaly
Saat Amerika Serikat berhadapan dengan Slovenia di penyisihan grup Piala Dunia 2010, wasit Koman Coulibaly asal Mali tak mengesahkan gol pemain Amerika Serikat, meski gol itu bersih tak terlihat ada suatu pelanggaran berati.

Perbedaan Perlakuan Terhadap Insiden yang Sama
Kontrofersi lain yang bisa diangkat adalah perbedaan perlakuan terhadap insiden yang sama.
Wasit Roberto Rosetti dengan mudahnya mengusir pemain Australia, Herry Kewell yang menahan bola di garis gawang dengan posisi tangan rapat ke badan. Sementara Carlos Simon dari justru membiarkan ketika pemain belakang Jerman, Philipp Lahm melakukan penyelamatan serupa dengan Kewell.

Sumber: duniasoccer.com

Fakta Kiprah Tim Asia di Piala Dunia

Piala Dunia 1938, Prancis

Inilah untuk kali pertama wakil Asia ikut putaran final Piala Dunia.
Tim Asia pengukir sejarah itu tak lain dan tak bukan adalah Indonesia (kala masih menggunakan nama Dutch East Indies atau Hindia Belanda). Dibesut pelatih Johannes Mastenbroek, dipekuat pemain seperti Sutan Anwar, Suwarte Soedarmadji, higga Tan Hong Djien.
Indonesia langsung tersingkir di babak ke-1, kalah 0-6 dari Hungaria.

Piala Dunia 1950, Brasil

Sebenarnya ada wakil Asia yang lolos masuk ke putaran final Piala Dunia 1950.
Tim itu adalah India. Tapi sebuah peristiwa unik terjadi. Tim negara Boliwood itu minta diperkenankan main tanpa sepatu atau alas kaki. Karena permintaannya di tolak FIFA, India mengundurkan diri.

Piala Dunia 1954, Swiss
Ini juga menjadi momentum bersejarah bai bangsa Asia. Untuk pertama kalinya ada wakil dari negara Asia yang berdaulat atau merdeka turut serta. Korea Selatan loos ke putaran final.
Sayang, Korea Selatan jadi bulan-bulanan, kemasukan 16 gol dari dua perandingan.

Piala Dunia 1966, Inggris
Sensasi Asia pertama di Piala Dunia. Korea Utara membuat kejutan besar.
Setelah menggasak Italia 1-0 mereka lolos ke perempat final. Di babak ini Korut kalah dramatis 3-5 di tangan Portugal. Inilah untuk pertama kainya ada tim Asia melaju ke perempat final.

Piala Dunia 1994, Amerika Serikat
Untuk pertama kalinya setelah diberlakukan babak 16-besar di Piala Dunia, ada tim Asia yang lolos ke babak tersebut. Arab Saudi maju ke babak perdelapan final.

Piala Dunia 2002, Korea Selatan-Jepang

Inilah ukiran sejarah paling fenomenal dari tim Asia.
Ketika Piala Dunia untuk pertama kalinya digelar di benua kuning, Korea Selatan-Jepang.
Ahn Jung Hwan cs memanfaatkan betul kesempatan ini.
Korsel menenmbus semi final dengan menyingkirkan raksasa sepak bola, Italia dan Spanyol.

Sumber: duniasoccer.com

Daftar Lagu-Lagu Resmi Piala Dunia

• 1966 FIFA World Cup Inggris
"World Cup Willie (Where in this World are We Going)" Lonnie Donegan

• 1982 FIFA World Cup Spanyol
"Mundial '82" Plácido Domingo

• 1986 FIFA World Cup Meksiko
"A Special Kind of Hero" Stephanie Lawrence

• 1990 FIFA World Cup Italia
"Un'estate italiana" Edoardo Bennato and Gianna Nannini

• 1994 FIFA World Cup Amerika Serikat
"We Are the Champions" Queen

• 1998 FIFA World Cup Prancis
"La Cour des Grands" Youssou N'Dour & Axelle Red
"The Cup of Life/La Copa de la Vida" Ricky Martin
"Together Now" Jean Michel Jarre and Tetsuya Komuro

• 2002 FIFA World Cup Korea Selatan, Jepang
"Anthem" Vangelis
"Boom" Anastaci

• 2006 FIFA World Cup Jerman
"Celebrate the Day/Zeit Dass Sich Was Dreht" Herbert Grönemeyer with Amadou & Mariam
"The Time of Our Lives" Il Divo with Toni Braxton

• 2010 FIFA World Cup Afrika Selatan
"Sign of a Victory" R. Kelly with Soweto Spiritual Singers
"Waka Waka (This Time For Africa)/Waka Waka (Esto es África)" Shakira with Freshlyground

Sumber: http://en.wikipedia.org

Maskot Piala Dunia

• Piala Dunia 1966, Inggris: World Cup Willie
Berwujud singa yang merupakan simbol dari kerajaan Inggris. Dia mengenakan kaos Union Jack dengan tulisan ”WORLD CUP”.

• Piala Dunia 1970, Meksiko: Juanito
Digambarkan sebagai seorang anak laki-laki mengenakan kostum timnas Meksiko. Dia memakai topi khas Meksiko, yakni Sombrero, yang bertuiskan ” MEXICO 70”. Juan merupakan sebuah nama kecil yang umum dipakai dalam bahasa Spanyol.

• Piala Dunia 1974, Jerman (Barat): Tip and Tap
Dua anak laki-laki yang tingginya berbeda mengenakn kostum timnas Jerman (Barat). Dikostum anak pertama bertuliskan WM (Weltmeinserschaft atu Piala Dunia), yang kedua tertera angka 74 merujuk tahun penyelenggaraan.

• Piala Dunia 1978, Argentina: Gauchito

Seorang anak laki-laki mengenakan kostum timnas Agentina. Dan juga mengenakan topi bertuliskan ”ARGENTINA 78”, memekai syal dan membawa cambuk. Terkesan lebih garang. Ini adalah tipikal Gaucho, istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan penduduk di Pampas, Gran Chaco, dan Patagonia di Amerika Selatan yang juga dapa ditemukan di Argentina. Gaucho berarti pejuang.

• Piala Dunia 1982, Spanyol: Naranjito

Berwujud buah jeruk yang memiliki kaki dan tangan yang memegang bola. Jeruk adalah buah yang menjadi ciri khas Spanyol (selain banteng). Mengenakan kostum timnas Spanyol. Namanya berasal dari kata ”naranja”, yang berarti jeruk dalam bahasa Spanyol. Dan dibelakangnya ditambah ito untuk menunjukkan sebagai jeruk kecil.

• Piala Dunia 1986, Meksiko: Pique
Cabai khas Meksiko, jalapeno yang mengenakan Sombrero, topi khas Meksiko. Maskot ini adalah karakteristik dari masakan Meksiko. Dengan kumis tebal, berkaus merah, dan bercelana putih. Maskot yang diberi nam Pique ini sangat menark, Pique berasal dari kata ”picante” yang berarti cabai pedas dan saus.

• Piala Dunia 1990, Italia: Ciao
Agak abstrak, namun mempresentasikan sosok manusia dengan kepalanya adalah bola. Sementara tubuh, tangan dan kakinya terdiri dari balok pembentuk tiang gawang dengan warna bendera Italia. Namanya merupakan sapaan di Italia yang berarti ”Halo”.

• Piala Dunia 1994, Amerika Serikat: Striker, The World Cup Pup
Berwujud anjing yang merupakan binatang kesayangan di Amerika Serikat. Mengenakan kostum timnas AS yang bertuliskan ”USA 94”. Mengesankan kelincahan.

• Piala Dunia 1998, Prancis: Footix
Berwujud ayam jantan yang merupakan simbol timnas Prancis. Berwarna biru yang mempresentasikan kostum kebesaran timnas Prancis, didadanya bertuliskan ”FRANCE 98”. Footix merupakan Portmanteau (gabungan dua atau lebih menghasilkan satu arti) dari ”Foot” dan akhiran ”ix”.

• 2002, Korea Selatan & Jepang: Spherix (Kaz, Ato, Nik)

Oranye, ungu dn biru futuristik aadalah warna ketiga makhluk ciptaan komputer. Mereka merupakan anggota sebuah tim ”Atmoball” (permainan fiksi semacam sepak bola). Ato pelatih, sedangkan Kaz dan Nik pemain.

• Piala Dunia 2006, Jerman: Goleo VI and Pille

Berwujud singa yang mengenakan kostom timnas Jerman yang tertera angka 06. Dia memegang bola yang bisa berbicara. Goea adalah gabungan dari kata ”Goal” dan ”Leo” (singa). Sedangkan Pille adalah kata sehari-hari untuk menyebut sepak bola di Jerman.

• Piala Dunia 2010, Afrika Selatan: Zakumi
Berwujud leopard yang merupakan salah satu binatang khas yang hidup di Afrika Selatan. Dan juga termasuk lima besar binatang khas yang dlindungi disana. Yang mengenakan kaus putih dan celana hijau yang mempresentasikan kostum timnas Afsel. Pada kaus bertuliskan ”SOUTH AFRICA 2010”. Berkulit kuning (emas) dan berambut dengan gaya Afro (merupakn gaya rambut di Afrika), dan berwarna hijau yang mengesankan warna rumput lapangan sepak bola. Dia Mengesankan kecepatan, kekuatan, energik, pintar, dan ambisius. Nama Zakumi berasal dari dua kata, ”ZA” (inisial Afrika Selatan dalam bahasa Afrikaans, satu dari 11 bahasa resmi Afrika Selatan) dan ”KUMI” (dari bahasa ki-Swahili) yang berarti 10, tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

Bola Resmi Piala Dunia

• Piala Dunia 1970, Meksiko: Telstar
Nama bola ini berasal dari ”Star of Television”. Sebab, desain Telstar memungkinkan pemirsa televisi pada layar hitam-putih melihat dengan jelas bola ini.

• Piala Dunia 1974, Jerman (Barat): Telstar Durlast
Perbedaan paling mencolok terletak pada kata-kata yang menempel di kuit bola. Dari warna keemasan menjadi hitam pekat.

• Piala Dunia 1978, Argentina: Tango Rosario
Desain bola dengan 32 panel berhiaska 12 lingkaran identikini menjadi pelopor penggunaan bola resmi pada 5 Piala Dunia berikutnya.

• Piala Dunia 1982, Spanyol: Tango Espana
Ini menjadi bola resmi berbahan dasar kulit asli terakhit dan menjadi bola perama yang water resistant.

• Piala Dunia 1986, Meksiko: Azteca
Bola berlapis polyurethane dengan bahan rain resistant pertama. Penggunaan bahan sintetis ini unuk mengurangi penyerapan air.

• Piala Dunia 1990, Italia: Etrusco Unico
Bola water resistant sepenuhnya. Nama dan desain bola yang rumit terinspirasi dari sejarah kuno Italia dan seni rupa Eruscans.

• Piala Dunia 1994, Amerika Serikat: Questra
Terinspirasi dari teknologiluar angkasa. Hasil tendangan bola waterproof ini memiliki akselerasi yang lebih baik, namun tetap halus saat disentuh.

• Piala Dunia 1998, Prancis: Tricolore
Bola resmi pertama yang menggunakan beberapa warna dan teknologi underglass print. Nama diambil dari nama dasar bendera Prancis.

• Piala Dunia 2002, Korea Selatan & Jepang: Fevernova
Terobosan baru dalam desain bola. Tidak lagi menggunakan gambar panel 12 lingkaran identik. Berganti dengan 32 panel heksagonal berhiaskan warna api.

• Piala Dunia 2006, Jerman: +Teamgeist
Bola ini didesain dengan 11 warna. Angka yang tidak hanya berujuk pada jumlah pemain dalam satu tim di lapangan, namun juga bahasa resmi dari 11 suku di Afsel. Nama diambil dari salah satu dari 11 bahasa resmi yang digunakan di Afsel. Secara harfiah berarti ”Untuk Merayakan”. Sedangkan secara makna, Jabulani diharapkan akan bisa menimbulkan semangat yang menyatukan dunia. Khususnya di Afsel, negara yang sempat terpecah karena paham apartheit selama puluhan tahun.

Bola Khusus Final Piala Dunia

• Jerman, 2006: +Teamgeist Berlin
+Teamgeist Berlin diciptakan khusus untuk pertandingan final di Berlin pada tanggal 9 Juli,2006. Bola ini didesain khusus mirip dengan adidas + Teamgeist tetapi berwarna emas, warna Piala Dunia. Nama "+ Teamgeist Berlin", tidak hanya didasarkan pada karakteristik tunggal yang paling menentukan setiap tim harus memiliki dalam rangka untuk mengangkat piala, semangat tim, tapi juga di ibukota Jerman dimana final akan dimainkan.

• Afrika Selatan, 2010: Jo’bulani
Jo’bulani adalah bola resmi partai final Piala Dunia Afrika Selatan 2010.
Nama Jo’bulani diambil sebagai penghargaan untuk kota penyelenggara partai puncak Piala Dunia, yakni Johannesburg. Atau disingkat Jo’burg yang dikenal sebagai ”City of Gold”. Sesuai dengan warna emas pada Jo’bulani.
 

Followers

Followers

Followers

© 2009 - Now Ari Febriant's Blog™
Didukung Oleh :
Blogger | O-Zone | Galeri Ari Febriant's | Fish Hatchery Masamo | Tabel Klasemen & Topskor Liga